Selasa, 08 April 2014

BERTEPATAN DENGAN HARI PERS NASIONAL, KOMAPO KEMBALI MELUNCURKAN TABLOID PERDANA KOMAPO NEWS


Media memiliki peran yang sangat penting dalam suatu organisasi mahasiswa. Media menunjukkan bagaimana organisasi tersebut bekerja, dan bagaimana organisasi itu tampak di mata masyarakatnya. KOMAPO merupakan salah satu komunitas yang anggotanya adalah pelajar dan mahaiswa/i yang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang Papua. Sejak tahun 2009 KOMAPO bergerak ke dunia media yang di beri nama KOMAPO News, beberapa media yang dekelola oleh KOMAPO News sejak 2009 hingga sekarang, diantaranya: (1) media online (Website), (2) Majalah dan (3) media organisasi. Pada tahun 2014, bertepatan dengan hari Pers Nasional (09/02-2014), Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Aplim Apom (KOMAPO) Kabupaten Pegunungan Bintang,  menambahkan salah satu media cetak yaitu Tabloid KOMAPO News.  Tabloid edisi  perdana ini di launching bertepatan dengan hari Pers Nasional di ruang kuliah II/K 30 Kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakrta. Dalam acara launching tersebut di hadiri oleh berbagai undangan dari setiap paguyuban mahasiswa Papua maupun forum-forum mahasiswa lainnya yang ada di Yogykarta serta hadir Bapak Handoko selaku pihak percetakan tabloid Komapo News. kegitan tersebut dapat berjalan sesuai rencana.
Dalam acara launching tersebut di beri kesempatan kepada beberapa pihak untuk menyampaikan sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh pimpinan redaksi Tabloid Komapo, Anglipki D. Kaladana. Dalam sambutannya menyampaikan rasa berterima kasih yang sebesarnya-besarnya kepada Bapak Handoko yang mana dengan senang hati memberikan tempat untuk cetak Tabloid tersebut. Selanjutnya, laki-laki yang berprofesi sebagai calon guru ini menyampaikan bahwa cetakan Tabloid edisi perdana ini adalah awal dari pemulaan menuju KOMAPO kedepan yang lebih baik dari hari-hari kemarin. Dalam sambutannya juga menawarkan langsung kepada beberapa instansi maupun paguyuban dari masing-masing kabupaten dari Provinsi Papua yang berada di Yogyakarta untuk bekerjasama.
Sambutan yang kedua disampaikan oleh Bapak Handoko sebagai time riset pembangunan di Papua umumnya dan Pegunungan Bintang khususnya. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa saya melihat ada titik terang diantara anak-anak Pegunungan Bintang yang tergabung dalam KOMAPO, terbukti saya membaca di Tabloid ini bahwa ada terang yang muncul untuk menerangi Papua dan lebih khususnya di Pegunungan Bintang beberapa tahun kedepan. Selanjutnya laki-laki berpenampilan sederhana ini memberikan motivasi untuk tetap optimis dalam mengembangkan bakat-bakat yang dimiliki oleh anggota KOMAPO untuk meraih masa depan yang lebih baik. Di akhiri sambutannya, dia pun di mintai tim KOMAPO News untuk menyaksikan memotong pita oleh pimpinan KOMAPO News, Fransiskus Kasipmabin yang disaksikan oleh pembina organisasi KOMAPO, Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana, S.Kom,  Bapak Handoko sebagai pemilik percetakan dan Anglipki D. Kaladana sebagai pimpinan redaksi Tabloid KOMAPO News serta seluruh undangan dan anggota KOMAPO yang hadir saat itu.
Selanjutnya memaparkan materi tentang sejarah dan gambaran umum KOMAPO oleh Pembina organisasi, Melkior Nikolar Ngalumsine Sitokdana, S.Kom. Dalam penjelasannya ia menyampaikan bahwa KOMAPO adalah singkatan dari Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Aplim Apom (KOMAPO). Komunitas ini di dirikan oleh pendiri berdasarkan gunung yang oleh masyarakat Pegunungan Bintang sebut Aplim Apom, jika terjemahkan dalam bahasa indonesia disebut Puncak Mandala. Dalam penyampaiannya menjelaskan juga tentang penyebaran suku –suku yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang dan juga  struktur organisasi KOMAPO dan garis koordinasi kerja. Akhir kata ia menambahkan bahwa dalam stuktur organisasi KOMAPO pelindung adalah dewan adat. Mengapa dewan adat dan tidak pemerintah daerah? Karena organisasi ini ke depan akan di jadikan sebagai organisasi payung bagi organisasi-organisasi lain yang berasal dari dua pemerintahan yaitu Kabupaten Pegunungan Bintang dengan Kabupaten Ketengban.

Peghujung acara, pimpinan umum KOMAPO News, Fransiskus  Kasipmabin menyampaikan bahwa, majalah KOMAPO News akan diterbitkan setiap 3 bulan. Kami masih mengalami kendala pada dana dan SDM, sehingga majalah ini akan diterbitkan setiap 3 bulan. Sedangkan Tabloid KOMAPO News, diterbitkan setiap bulan sekali. Sehingga tentunya kami harus kerja keras dan sangat membutuhkan kerjasama dari semua pihak sehingga edisi berikutnya akan lebih baik dari edisi pertama “Tegasnya”. Komnews 

Tidak ada komentar: